Seafood merupakan hewan air yang sangat populer di berbagai budaya kuliner. Jika dilihat dari bentuk fisiknya, seafood dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu hewan seafood bercangkang dan hewan seafood tidak bercangkang. Keduanya memiliki perbedaan dari segi bentuk, tekstur, rasa, hingga cara pengolahan yang perlu dipahami agar hasil masakan lebih maksimal.

Ciri-Ciri Hewan Seafood Bercangkang

Hewan seafood bercangkang adalah jenis seafood yang memiliki pelindung keras di bagian luar tubuhnya. Cangkang ini berfungsi sebagai perlindungan alami dari predator. Contoh hewan seafood bercangkang yang paling dikenal adalah udang, kepiting, lobster, kerang, dan remis.

Seafood bercangkang umumnya memiliki tekstur daging yang kenyal dan rasa gurih alami. Aroma lautnya juga cukup kuat, terutama pada kerang dan kepiting. Karena dilindungi cangkang, daging hewan ini biasanya tetap segar lebih lama selama penyimpanan, asalkan kondisi penyimpanannya tepat.

Ciri-Ciri Hewan Seafood Tidak Bercangkang

Seafood tidak bercangkang adalah hewan air yang tidak memiliki lapisan pelindung keras di bagian luar tubuhnya. Kelompok ini meliputi berbagai jenis ikan dan beberapa hewan laut lain seperti cumi-cumi, gurita, dan sotong.

Seafood tidak bercangkang memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan mudah diolah. Rasanya cenderung lebih ringan dibandingkan seafood bercangkang, sehingga sangat fleksibel dipadukan dengan berbagai bumbu dan teknik memasak. Jenis ini juga lebih mudah dibersihkan dan dipotong sesuai kebutuhan masakan.

Perbedaan dari Segi Rasa dan Pengolahan

Perbedaan paling terasa antara seafood bercangkang dan tidak bercangkang terletak pada rasa dan cara memasaknya. Seafood bercangkang biasanya memiliki rasa lebih gurih dan kaya, sehingga cocok dimasak sederhana seperti direbus atau dibakar. Sementara itu, seafood tidak bercangkang lebih cocok diolah dengan berbagai bumbu, mulai dari digoreng, ditumis, hingga dimasak berkuah.

Dari segi nutrisi, keduanya sama-sama kaya protein. Namun, seafood bercangkang cenderung mengandung mineral seperti zinc dan selenium lebih tinggi, sedangkan seafood tidak bercangkang sering kaya akan omega-3.

Mana yang Lebih Cocok untuk Dikonsumsi?

Pilihan antara seafood bercangkang dan tidak bercangkang kembali pada selera dan kebutuhan. Jika ingin rasa gurih alami dengan sensasi makan yang khas, seafood bercangkang bisa jadi pilihan. Namun, untuk kepraktisan dan variasi masakan, seafood tidak bercangkang lebih fleksibel.

BACA JUGA: Seafood Bernilai Tinggi yang Banyak Dibudidayakan Di Indonesia